Ada pepatah yang mengatakan “Keterbukaan adalah awal pemulihan”.
Namun bagaimana mungkin ada keterbukaan, bila tidak ada kedekatan.
Kedekatan akan membawa kemudahan, terutama saat kita menghadapi suatu
masalah dengan orang lain. Begitu pula di tengah keluarga, kedekatan
antara orang tua dan anak sangatlah penting. Dengan adanya kedekatan
antara Anda dengan buah hati Anda, maka segala permasalahan akan lebih
mudah terselesaikan. Bagaimana agar orang tua dan anak memiliki
kedekatan yang erat secara emosi?
- Manfaatkan suasana santai
Saat anak sedang santai bermain dengan mainannya, Anda bisa mendekati
anak. Bukalah obrolan dengan bahan obrolan yang santai, agar anak
terbiasa mengobrol dengan Anda meskipun bahan oborlannya adalah “hal-hal
yang tidak penting”. Selain itu, dengan semakin intens berkomunikasi
dengan anak, hubungan orang tua dan anak pun akan semakin dekat secara
emosi.
- Setia mendengarkan segala keluhan
Saat anak mulai berbicara dengan orang tua, orang tua harus
memperhatikan dengan seksama. Jangan sampai anak terkesan dicuekin atau
didengarkan tapi tidak dengan niat hati yang tulus.
- Sabar mendengarkan, agar anak merasa nyaman
Terkadang anak-anak menceritakan sesuatu yang menyenangkan. Tentu
sebagai orang tua juga akan bahagia melihat anaknya merasakan
kebahagiaan. Namun terkadang orang tua enggan mendengarkan saat anak
mengeluh atau menceritakan hal tidak baik. Sebagai orang tua anda wajib
mendengarkan apa pun cerita anak.
- Ekspresi lebay itu penting sekali
Agar orang tua terlihat serius dalam mendengarkan keluhan atau cerita
anak, cobalah untuk berekspresi, baik dengan kata-kata maupun dengan
mimik wajah dengan mengatakan “Wow… “ , “Wah…”, “Masa sih…”, “Benar
sekali… “
- Jangan terkesan meremehkan, namun juga jangan mudah percaya
Terkadang anak bercerita sesuatu yang tidak nyata, bahkan terkesan
mengada-ada atau Cuma hasil dari imajinasi mereka. Sebagai orang tua,
anda perlu berpikir positif. Sebelum anda yakin bahwa apa yang anak
ceritakan adalah sesuatu yang nyata atau tidak nyata, anda perlu
menganalisa dengan berbagai pertanyaan. Jangan langsung menge-judge
bahwa apa yang anak ceritakan adalah khayalan saja.
- Pendapat Anda jangan terlalu dipaksakan, agar anak tidak tertekan
Jangan memaksakan suatu pendapat kepada anak. Biasanya kata-kata atau
nasihat yang bersifat memaksa menggunakan kata “Pokoknya…” dan
“Harus…”. Sikap memaksakan kehendak atau pendapat ini bisa membuat anak
merasa bahwa orang tuanya sangat otoriter dan enggan mendengarkan buah
hatinya.
- Berikan pilihan daripada paksaan
Saat anda menasihati anak, sebaiknya anda tidak memaksa anak untuk
mengikuti satu pilihan. Biarkan anak memilih apa yang menjadi pilihan
mereka. Dengan melakukan hal ini, akan merasakan pentingnya
bertanggungjawab dengan pilihan yang di tentukan.
- Menghindari reaksi berlebihan saat ada masalah
Banyak orang tua yang masih lekat dengan kebiasaannya yang mudah
panik saat masalah datang. Kebiasaan ini bukanlah hal yang baik. Karena
dengan sikap ini, anak biasanya akan cenderung lebih tertutup, karena
“rasa takut” anak akan sikap Anda yang lebay. Biasakanlah menghadapi
sesuatu dengan hati yang tenang apa pun permasalahannya. Bagaimana pun
dengan suasana hati yang tenang, setiap permasalahan akan lebih mudah
terselesaikan. Masalah kecil tidak akan menjadi masalah yang besar bila
Anda menghadapinya dengan hati yang tenang.
- Gunakan kata-kata postif dan motivatif
Saat anak-anak mulai lancar bicara, berikanlah asrupan kata-kata yang
positif dan motivatif, terutama saat mereka terlihat sedih, lesu, dan
kurang bersemangat. Kata-kata positif akan mempererat hubungan orang tua
dan anak,
- Saat emosi meninggi, jangan terlalu banyak menasihati
Saat anak sedang marah, ada baiknya bagi anda untuk membiarkan
terlebih dahulu. Bagaimana pun anak-anak yang sedang marah, kemampuan
mendengarkannya akan sangat rendah dan bahkan enggan untuk mendengarkan
sama sekali.
- Lakukan rekonsiliasi setelah menasihati
Ada kalanya anak melakukan berbagai kesalahan. Saat anak melakukan
kesalahan tentu saja anda tidak bisa diam. Anda pasti akan menasihati
anak. Bila hal ini terjadi, segeralah melakukan rekonsisilasi , sehingga
ubungan anda dengan anak pun akan baik kembali. Rekonsiliasi bisa
diberikan dengan cara memberikan hadiah, mengenalakn dia dengan teman
baru, dan lainnya.
Ada banyak cara agar hiubungan emosional anak dengan orang tua bisa
tetap baik terjalin. Tapi tentu saja semua perlu dipupuk dengan tetap
berkonikasi dengan media-media informasi canggih saat ini.
sumber gambar: sayasehat.id
0 Response to "11 Tips Menjaga Kedekatan Orang Tua dan Anak Usia Dini"
Post a Comment