11 Tips Menjaga Kedekatan Orang Tua dan Anak Usia Dini

11 Tips Menjaga Kedekatan Orang Tua dan Anak Usia Dini

 

orang-tua-anak-dekat-di-hati-tips-kak-zepe-terbuka-dekat-kedekatan-ortu-anak
Ada pepatah yang mengatakan “Keterbukaan adalah awal pemulihan”. Namun bagaimana mungkin ada keterbukaan, bila tidak ada kedekatan. Kedekatan akan membawa kemudahan, terutama saat kita menghadapi suatu masalah dengan orang lain. Begitu pula di tengah keluarga, kedekatan antara orang tua dan anak sangatlah penting. Dengan adanya kedekatan antara Anda dengan buah hati Anda, maka segala permasalahan akan lebih mudah terselesaikan. Bagaimana agar orang tua dan anak memiliki kedekatan yang erat secara emosi?
  1. Manfaatkan suasana santai
Saat anak sedang santai bermain dengan mainannya, Anda bisa mendekati anak. Bukalah obrolan dengan bahan obrolan yang santai, agar anak terbiasa mengobrol dengan Anda meskipun bahan oborlannya adalah “hal-hal yang tidak penting”. Selain itu, dengan semakin intens berkomunikasi dengan anak, hubungan orang tua dan anak pun akan semakin dekat secara emosi.
  1. Setia mendengarkan segala keluhan
Saat anak mulai berbicara dengan orang tua, orang tua harus memperhatikan dengan seksama. Jangan sampai anak terkesan dicuekin atau didengarkan tapi tidak dengan niat hati yang tulus.
  1. Sabar mendengarkan, agar anak merasa nyaman
Terkadang anak-anak menceritakan sesuatu yang menyenangkan. Tentu sebagai orang tua juga akan bahagia melihat anaknya merasakan kebahagiaan. Namun terkadang orang tua enggan mendengarkan saat anak mengeluh atau menceritakan hal tidak baik. Sebagai orang tua anda wajib mendengarkan apa pun cerita anak.
  1. Ekspresi lebay itu penting sekali
Agar orang tua terlihat serius dalam mendengarkan keluhan atau cerita anak, cobalah untuk berekspresi, baik dengan kata-kata maupun dengan mimik wajah dengan mengatakan “Wow… “ , “Wah…”, “Masa sih…”, “Benar sekali… “
  1. Jangan terkesan meremehkan, namun juga jangan mudah percaya
Terkadang anak bercerita sesuatu yang tidak nyata, bahkan terkesan mengada-ada atau Cuma hasil dari imajinasi mereka. Sebagai orang tua, anda perlu berpikir positif. Sebelum anda yakin bahwa apa yang anak ceritakan adalah sesuatu yang nyata atau tidak nyata, anda perlu menganalisa dengan berbagai pertanyaan. Jangan langsung menge-judge bahwa apa yang anak ceritakan adalah khayalan saja.
  1. Pendapat Anda jangan terlalu dipaksakan, agar anak tidak tertekan
Jangan memaksakan suatu pendapat kepada anak. Biasanya kata-kata atau nasihat yang bersifat memaksa menggunakan kata “Pokoknya…” dan “Harus…”. Sikap memaksakan kehendak atau pendapat ini bisa membuat anak merasa bahwa orang tuanya sangat otoriter dan enggan mendengarkan buah hatinya.
  1. Berikan pilihan daripada paksaan
Saat anda menasihati anak, sebaiknya anda tidak memaksa anak untuk mengikuti satu pilihan. Biarkan anak memilih apa yang menjadi pilihan mereka. Dengan melakukan hal ini, akan merasakan pentingnya bertanggungjawab dengan pilihan yang di tentukan.
  1. Menghindari reaksi berlebihan saat ada masalah
Banyak orang tua yang masih lekat dengan kebiasaannya yang mudah panik saat masalah datang. Kebiasaan ini bukanlah hal yang baik. Karena dengan sikap ini, anak biasanya akan cenderung lebih tertutup, karena “rasa takut” anak akan sikap Anda yang lebay. Biasakanlah menghadapi sesuatu dengan hati yang tenang apa pun permasalahannya. Bagaimana pun dengan suasana hati yang tenang, setiap permasalahan akan lebih mudah terselesaikan. Masalah kecil tidak akan menjadi masalah yang besar bila Anda menghadapinya dengan hati yang tenang.
  1. Gunakan kata-kata postif dan motivatif
Saat anak-anak mulai lancar bicara, berikanlah asrupan kata-kata yang positif dan motivatif, terutama saat mereka terlihat sedih, lesu, dan kurang bersemangat. Kata-kata positif akan mempererat hubungan orang tua dan anak,
  1. Saat emosi meninggi, jangan terlalu banyak menasihati
Saat anak sedang marah, ada baiknya bagi anda untuk membiarkan terlebih dahulu. Bagaimana pun anak-anak yang sedang marah, kemampuan mendengarkannya akan sangat rendah dan bahkan enggan untuk mendengarkan sama sekali.
  1. Lakukan rekonsiliasi setelah menasihati
Ada kalanya anak melakukan berbagai kesalahan. Saat anak melakukan kesalahan tentu saja anda tidak bisa diam. Anda pasti akan menasihati anak. Bila hal ini terjadi, segeralah melakukan rekonsisilasi , sehingga ubungan anda dengan anak pun akan baik kembali. Rekonsiliasi bisa diberikan dengan cara memberikan hadiah, mengenalakn dia dengan teman baru, dan lainnya.
Ada banyak cara agar hiubungan emosional anak dengan orang tua bisa tetap baik terjalin. Tapi tentu saja semua perlu dipupuk dengan tetap berkonikasi dengan media-media informasi canggih saat ini.
 
sumber gambar: sayasehat.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "11 Tips Menjaga Kedekatan Orang Tua dan Anak Usia Dini"

Post a Comment