Bersyukurlah bila buah hati Anda memiliki ciri-ciri di bawah ini,
karena mereka tidak akan mengalami kesulitan dalam kehidupan social
mereka. Mereka akan cenderung mudah diterima oleh siapa saja, dan akan
memiliki banyak teman. Selain itu, mereka pun cukup cerdas dan bijak
dalam menyelesaikan segala permasalahan yang mereka hadapi.
- Memiliki empati yang baik
Empati adalah kemampuan anak dalam merasakan apa yang dirasakan orang
lain. Kemampuan ini bisa dilatih dengan mengajak anak ke
lembaga-lembaga sosial, misalnya panti asuhan, yayasan pembinaan anak
cacat dan lainnya. Orang tua yang selalu menunjukkan kepedulian kepada
anaknya, juga akan membangun sifat ini untuk bisa tumbuh di hati
anaknya. Misalnya, dengan menanyakan kabar anaknya saat wajahnya
terlihat sedih. Dengan menanyakan kabar sang anak, sang anak akan merasa
bahwa dirinya diperhatikan. Hal ini akan menjadi teladan yang baik bagi
anak, agar ia mampu menjadi anak yang baik dan peduli pada sesamanya.
- Pandai dalam hal pengelolaan emosi
Agar anak pandai mengelola kemarahannya, orang tua juga perlu menjadi
teladan yang baik. Saat anak merasa marah karena suatu sebab, anda juga
harus bisa bersikap tenang. Jangan ikut terbawa emosi. Bila orang tua
sampai terbawa emosi saat anaknya marah, maka anak akan mengira bahwa
kemarahan dibalas dengan kemarahan adalah hal yang baik dan wajar. Saat
anak marah, tetaplah bersabar dan menenangkan diri. Bila emosi kurang
terkendali, sebaiknya jangan mengatakan apa pun saat anak marah. Hal ini
akan sia-sia, karena saat anak marah biasanya anak akan cenderung susah
untuk fokus mendengarkan. Sebaiknya tunggu hingga anak tenang, dan
setelah itu anda bisa memberikan nasihat kepada anak dengan kata-kata
yang baik dan nada bicara yang wajar.
- Mandiri dalam berbagai hal
Anak yang ber-EQ tinggi terkadang terkesan egois. Namun sebenarnya
dia peduli pada sesamanya juga. Ia menunjukkan kepedulian itu dengan
cara tidak ingin merepotkan orang lain. Agar anak bisa hidup mandiri dan
tidak merepotkan orang lain, tentu saja orang tua perlu mengajarkan
anaknya tentang kemandirian. Mengajar anak tentang kemandirian bisa
dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan
segala hal secara mandiri. Biarkan anak memakai baju sendiri, memakai
sepatunya sendiri, dan ativitas lainnya.
- Kemampuan dalam hal beradaptasi dengan lingkungan yang baru
Kemampuan ini bisa dilatih dengan cara mengajak anak ke acara-acara
yang banyak dihadiri orang. Di acara tersebut ia akan banyak mengenal
orang-orang baru. Orang tua perlu aktif memperkenalkan anak kepada
orang-orang bau, terutama kerabat dekat. Bimbing dan motivasi anak agar
aktif berbicara saat diajak bicara oleh orang lain.
- Terampil dalam hal “Problem Solving”
Ada kalanya anak melakukan kesalahan. Sebagai orang tua, anda tidak
boleh langsung mengatakan agar anak tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Misalnya dengan mengatakan, “Jangan main pisau lagi!” Sebaiknya anda
menasihatinya dengan memberikan pertanyaan kepada anak dengan cara
bertanya, “Adik, kira-kira tau nggak kenapa ayah belum mengijinkan kamu
bermain pisau?” Atau saat anak bermain pisau tanyakan kepada anak,
“Apakah pisau itu adalah mainan? Bermain pisau itu berbahaya tidak?”
Dengan memberikan nasihat berupa pertanyaan, anak akan diajarkan
untuk lebih kritis. Ia diajak untuk menemukan alasan mengapa pisau
adalah benda yang berbahaya bagi anak-anak. Jadi tidak hanya sebatas
lareangan saja.
- Paham dalam hal cara menghargai orang lain
Sifat ini sangat penting dalam pergaulan anak. Sejak dini, orang tua
perlu mengajarkan kepada anak-anaknya agar memiliki sifat ini dengan
cara mengajarkan cara memberi salam kepada orang lain, menghormati orang
yang lebih tua, gemar tersenyum untuk menunjukkan keramahan, tidak
meremehkan orang lain meski memiliki status sosial yang ada di bawahnya,
dan masih banyak lagi. Keteladanan orang tua juga sangat diperlukan
agar anak-anak bisa mencontoh sifat ini.
sumber gambar:
washingtonpost.com
0 Response to "Ciri-ciri Anak Yang Memiliki Kecerdasan Emosi Yang Tinggi Dan Cara Mendidiknya"
Post a Comment