Aktivitas Penyemarak Suasana Kelas, Agar Kelas Lebih Hidup

Aktivitas Penyemarak Suasana Kelas, Agar Kelas Lebih Hidup

penyemarak-kelas-paud-kak-zepe
Pernahkah anda mengalami saat dimana siswa tidak memperhatikan pengajaran yang anda berikan? Bagaimana perasaan anda? Bingung? Ingin marah? Atau cuek-cuek saja?
Apa pun pilihan anda, memalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin membagikan beberapa tips agar siswa selalu fokus memperhatikan pengajaran yang kita berikan.
  1. Awali kelas dengan dongeng singkat yang lucu
Media dongeng adalah metode yang paling efektif. Karena dengan dongeng, seorang guru bisa bebas mengekspresikan diri dengn atau tanpa alat peraga. Usahakan bahwa dongeng yang kita ceritakan adalah sebuah cerita lucu dan berhubungan dengn kegiatan materi pembelajaran yang akan kia berikan.
  1. Tanya jawab agar siswa aktif berpendapat
Ajaklah siswa melakukan tanya jawab dengan jawaban yang flexible. Biarkan siswa menjawab  sesuai dengn pemikiran mereka. Misalnya, kita tunjukkan ke siswa tentang sungai yang terlihat kotor atau kumuh. Pancinglah dengan sebuah pertnyaan agar siswa mamu mejawab sesuai dengan pemikiran mereka tanpa ada unsur menambahkan atau mengurari jawaban.
  1. Membatasi tugas anak
Berusahalah untuk membut tugas kepada anak bukan berdasarkan jumlah soalnya, melainkan dari kualitasnya. Anak-anak biasa akan senang bila mendapat tugas dengan jumlah sedikit, namun memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi secara bebas. Salah satu tugas yang menarik dan memungkinkan siswa untuk bisa berkreasi adalah membuat mading. Yang perlu kita persiapkan hanyalah selembar kertas manila dan beberapa koran bekas. Mintalah anak didik untuk membuat sebuah mading dengan tema tertentu, misalnya tema “alam”. Setelah itu berikanlah aturan dan instruksi singkat agar pembelajaran bisa lebih tertib dan selesai sesuai aturanj. Biarkan mereka berkreasi dan mendekorasi mading tersebut.
  1. Aturan yang jelas dalam penugasan
Pastikan anda pernah mencobanya dan mempraktekannya pada siswa yang lain di saat anda hendak memberikan penugasan, sehingga anda tidak kaku saat menjelaskan instruk saat memberikan penugasan.
  1. Memandang mata anda.
Komunikasi sangatlah penting dilkukan oleh seorang guru kelas. Agar komunikasi bisa berjalan dengan lebih seksama, kita bisa mengajak anak didik melakukan kontak mata. Karena dengan adanya kontak mata antara guru dan murid, murid akan merasa lebih dihargai. Dengan begitu, kegiatan belajar dan mengajar akan berlangsung di dengan baik, karena adanya komunikasi yang interaksi dan diawali dengan kontak mata.
  1. Tidak ada waktu untuk nggagur, berkelilinglah di sekitar kelas
Saat guru menjelaskan, sebaiknya anak-anak sedang dalam posisi duduk. Berdirilah sambil mengamati keberadaan siswa di kelas. Pandanglah wajah setiap anak satu persatu, sehingga mereka semua merasa diperhatikan. Sesekali guru bisa menepuk pundak mereka, terutama untuk anak didik yang sudah merasa jemu atau bahkan mengantuk.
  1. Buatlah kejutan
    Saat melihat anak-anak didiknya merasa jemu, guru bisa melakukan beberapa hal yang bersifat “kejutan”. Misalnya dengan bertepuk tangan sebanyak lima kali secara tiba-tiba dan sekeras-kerasnya. Kejutan seperti ini akan “membangunkan” anak didik yang sudah mengantuk.
  2. Membuat “yel-yel” interaktif
Guru bisa menciptakan yel-yel interaktif untuk setiap kelas yang diampu. Misalnya saat guru mengatakan “Kelas 3 SMP Budi Atmaja”, lalu secara bersama semua siswa menjawab “OKE…YES!” Agar kompak, guru bisa membuat yel-yel seperti ini sebelum pelajaran dimulai. Satu buah yel-yel bisa dipakai selama satu tahun ajaran, atau guru bisa menggantinya setiap bulan.
  1. Gaya Bicara tidak monoton
Gunakan variasi intonasi, mimik, volume suara, serta gerak tubuh yang tidak monoton. Di awal pelajaran, Guru perlu menggunakan suara yang agak keras, agar anak didik tahu bahwa Anda akan mengajar dengan penuh semangat, sehingga anak-anak pun akan tertarik dan semangat untuk mendengarkannya. Di tengah pelajaran, Guru bisa mengurangi volume suara agar tidak lelah. Bila anak didik sudah terlihat bosan, guru bisa menggunakan suara keras kembali.
Semakin banyak jam terbang seorang guru, tentu ia akan semakin banyak menemukan cara agar anak-anak didiknya tetap semangat mengikuti pembelajaran. Oleh karenanya, seorang pendidik perlu saling belajar dengan rekan kerjanya. Bila perlu, guru bisa saling memberikan evaluasi satu sama lain, saling memberi masukan, sehingga guru akan memahami setiap kelemahannya, dan mau memperbaiki setiap kelemahan dan kesalahan yang dilakukan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aktivitas Penyemarak Suasana Kelas, Agar Kelas Lebih Hidup"

Post a Comment