Pernahkah anda mengalami saat dimana siswa tidak memperhatikan
pengajaran yang anda berikan? Bagaimana perasaan anda? Bingung? Ingin
marah? Atau cuek-cuek saja?
Apa pun pilihan anda, memalui artikel ini, saya, Kak Zepe, ingin
membagikan beberapa tips agar siswa selalu fokus memperhatikan
pengajaran yang kita berikan.
- Awali kelas dengan dongeng singkat yang lucu
Media dongeng adalah metode yang paling efektif. Karena dengan
dongeng, seorang guru bisa bebas mengekspresikan diri dengn atau tanpa
alat peraga. Usahakan bahwa dongeng yang kita ceritakan adalah sebuah
cerita lucu dan berhubungan dengn kegiatan materi pembelajaran yang akan
kia berikan.
- Tanya jawab agar siswa aktif berpendapat
Ajaklah siswa melakukan tanya jawab dengan jawaban yang flexible.
Biarkan siswa menjawab sesuai dengn pemikiran mereka. Misalnya, kita
tunjukkan ke siswa tentang sungai yang terlihat kotor atau kumuh.
Pancinglah dengan sebuah pertnyaan agar siswa mamu mejawab sesuai dengan
pemikiran mereka tanpa ada unsur menambahkan atau mengurari jawaban.
- Membatasi tugas anak
Berusahalah untuk membut tugas kepada anak bukan berdasarkan jumlah
soalnya, melainkan dari kualitasnya. Anak-anak biasa akan senang bila
mendapat tugas dengan jumlah sedikit, namun memberikan kesempatan bagi
mereka untuk bereksplorasi secara bebas. Salah satu tugas yang menarik
dan memungkinkan siswa untuk bisa berkreasi adalah membuat mading. Yang
perlu kita persiapkan hanyalah selembar kertas manila dan beberapa koran
bekas. Mintalah anak didik untuk membuat sebuah mading dengan tema
tertentu, misalnya tema “alam”. Setelah itu berikanlah aturan dan
instruksi singkat agar pembelajaran bisa lebih tertib dan selesai sesuai
aturanj. Biarkan mereka berkreasi dan mendekorasi mading tersebut.
- Aturan yang jelas dalam penugasan
Pastikan anda pernah mencobanya dan mempraktekannya pada siswa yang
lain di saat anda hendak memberikan penugasan, sehingga anda tidak kaku
saat menjelaskan instruk saat memberikan penugasan.
- Memandang mata anda.
Komunikasi sangatlah penting dilkukan oleh seorang guru kelas. Agar
komunikasi bisa berjalan dengan lebih seksama, kita bisa mengajak anak
didik melakukan kontak mata. Karena dengan adanya kontak mata antara
guru dan murid, murid akan merasa lebih dihargai. Dengan begitu,
kegiatan belajar dan mengajar akan berlangsung di dengan baik, karena
adanya komunikasi yang interaksi dan diawali dengan kontak mata.
- Tidak ada waktu untuk nggagur, berkelilinglah di sekitar kelas
Saat guru menjelaskan, sebaiknya anak-anak sedang dalam posisi duduk.
Berdirilah sambil mengamati keberadaan siswa di kelas. Pandanglah wajah
setiap anak satu persatu, sehingga mereka semua merasa diperhatikan.
Sesekali guru bisa menepuk pundak mereka, terutama untuk anak didik yang
sudah merasa jemu atau bahkan mengantuk.
- Buatlah kejutan
Saat melihat anak-anak didiknya merasa jemu, guru bisa melakukan
beberapa hal yang bersifat “kejutan”. Misalnya dengan bertepuk tangan
sebanyak lima kali secara tiba-tiba dan sekeras-kerasnya. Kejutan
seperti ini akan “membangunkan” anak didik yang sudah mengantuk.
- Membuat “yel-yel” interaktif
Guru bisa menciptakan yel-yel interaktif untuk setiap kelas yang
diampu. Misalnya saat guru mengatakan “Kelas 3 SMP Budi Atmaja”, lalu
secara bersama semua siswa menjawab “OKE…YES!” Agar kompak, guru bisa
membuat yel-yel seperti ini sebelum pelajaran dimulai. Satu buah yel-yel
bisa dipakai selama satu tahun ajaran, atau guru bisa menggantinya
setiap bulan.
- Gaya Bicara tidak monoton
Gunakan variasi intonasi, mimik, volume suara, serta gerak tubuh yang
tidak monoton. Di awal pelajaran, Guru perlu menggunakan suara yang
agak keras, agar anak didik tahu bahwa Anda akan mengajar dengan penuh
semangat, sehingga anak-anak pun akan tertarik dan semangat untuk
mendengarkannya. Di tengah pelajaran, Guru bisa mengurangi volume suara
agar tidak lelah. Bila anak didik sudah terlihat bosan, guru bisa
menggunakan suara keras kembali.
Semakin banyak jam terbang seorang guru, tentu ia akan semakin banyak
menemukan cara agar anak-anak didiknya tetap semangat mengikuti
pembelajaran. Oleh karenanya, seorang pendidik perlu saling belajar
dengan rekan kerjanya. Bila perlu, guru bisa saling memberikan evaluasi
satu sama lain, saling memberi masukan, sehingga guru akan memahami
setiap kelemahannya, dan mau memperbaiki setiap kelemahan dan kesalahan
yang dilakukan.
0 Response to "Aktivitas Penyemarak Suasana Kelas, Agar Kelas Lebih Hidup"
Post a Comment